Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, 28 September 2012

Rasulullah SAW Insan Mulia...

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta, hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya setiap hari hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan

Rasulullah SAW tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pert

anyaan ayahnya, "Wahai ayahanda engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abu Bakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abu Bakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar r.a.




 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Thursday, 20 September 2012

Assalamualaikum . pagi jumaat yang tenang seperti ruh arwah di sana hanya sam ,ibu dan kakak mengisi kekosongan dan kenangan yang pernah ada dalam rumah ini yang pernah dilalui bersama arwah dahulu nya .

Dulu sam teringin mahu memiliki sebuah motorsikal ,tapi arwah tak benar kan dan bila umur sam genap 15 tahun sam bertekad mahu memiliki sebuah motorsikal . Sam ganti tempat arwah untuk hantar akak ke sekolah sehingga akak habis belajar .
Sam sedih sangat  bila arwah tiada sebab tiada siapa mahu marah,menengking, atau menegur sam lagi .

Apapun hidup kena terus kan . sekali lagi sam kata yang sam tak takut susah di dunia sementara ni ,Sam juga ambil pengajaran dari  apa yang abang sam pernah buat pada arwah kenapa abang sam tak rasa tanggungjawab kepada keluarga nya ini . Terus terang sam kata yang sam sayang pada semua ahli keluarga sam .



Mati
1. Pengertian Mati beserta Menurut Al-Quran
Pengertian hidup menurut bahasa Arab adalah kebalikan dari mati (naqiidlul maut). Tanda-tanda kehidupan nampak dengan adanya kesadaran, kehendak, penginderaan, gerak, pernapasan, pertumbuhan, dan kebutuhan akan makanan.
Sedang pengertian mati dalam bahasa Arab adalah kebalikan dari hidup (naqiidlul hayah). Dalam kitab Lisanul Arab dikatakan :
“Mati adalah kebalikan dari hidup.”
Jadi selama arti mati adalah kebalikan dari hidup, maka tanda-tanda kematian berarti merupakan kebalikan dari tanda-tanda kehidupan, yang nampak dengan hilangnya kesadaran dan kehendak, tiadanya penginderaan, gerak, dan pernapasan, serta berhentinya pertumbuhan dan kebutuhan akan makanan.
Ada beberapa ayat dan hadits yang menunjukkan bahwa manusia akan mati ketika ruhnya (nyawanya) ditahan dan ketika jiwanya dipegang oleh Allah SWT Sang Pencipta. Allah SWT berfirman :
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az Zumar : 42)
Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah RA bahwa Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya jika ruh sedang dicabut, maka mata akan mengikutinya…”
Perlu dipahami bahwa tidak ada yang mengetahui hakekat jiwa dan ruh tersebut kecuali Allah SWT. Demikian pula masalah pemegangan/pencabutan serta pengembalian ruh dan jiwa kepada Allah SWT selaku pencipta keduanya, termasuk dalam perkara ghaib yang berada di luar jangkauan eksperimen ilmiah. Yang dapat diamati hanyalah pengaruh-pengaruh fenomena tersebut dalam tubuh fisik manusia, berupa tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya kematian.
Meskipun beberapa ayat dan hadits telah menunjukkan bahwa berhentinya kehidupan adalah dengan pencabutan ruh dan penahanan jiwa, akan tetapi ayat atau hadits seperti itu tidak menentukan titik waktu kapan terjadinya pencabutan ruh, penahanan jiwa, dan berhentinya kehidupan. Pemberitaan wahyu tentang hal tersebut, ialah bahwa ruh jika dicabut, akan diikuti oleh pandangan mata, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits di atas. Demikian pula terdapat keterangan dari sabda Rasulullah SAW :
“Jika kematian telah menghampiri kalian, maka pejamkanlah penglihatan kalian, sebab penglihatan akan mengikuti ruh (yang sedang dicabut)…” (HR. Ahmad, dari Syadad bin Aus RA)
Oleh karena itu, penentuan titik waktu berhentinya kehidupan berarti memerlukan penelaahaan terhadap manath (fakta yang menjadi objek penerapan hukum) pada seseorang yang akan ditetapkan telah mati dan telah berhenti kehidupannya. Penelaahan ini membutuhkan keahlian dan pengetahuan.
Sebelum ilmu-ilmu kedokteran maju dan sebelum adanya penelaahan organ tubuh secara teliti serta penemuan organ tubuh buatan, para dokter menganggap bahwa berhentinya jantung merupakan indikasi kematian manusia dan berhentinya kehidupannya. Namun kini mereka telah mengoreksi pendapat tersebut. Mereka kini mengatakan bahwa berhentinya detak jantung tidak selalu menunjukkan matinya manusia. Bahkan terkadang jantung sudah berhenti tetapi manusia tetap hidup. Begitu pula operasi jantung terbuka, mengharuskan penghentian jantung.
Mereka kini mengatakan bahwa indikator yang menunjukkan kematian seseorang dan berhentinya kehidupan padanya, adalah matinya batang otak (brain stem). Batang otak adalah semacam tangkai pada otak yang berbentuk penyangga atau tonggak, yang terletak pada pertengahan bagian akhir dari otak sebelah bawah, yang berhubungan dengan jaringan syaraf di leher. Di dalamnya terdapat jaringan syaraf yang jalin menjalin. Batang otak merupakan sirkuit yang menghubungkan otak dengan seluruh anggota tubuh dan dunia luar, yang berfungsi membawa stimulus penginderaan kepada otak dan membagikan seluruh respons yang dikeluarkan oleh otak untuk melaksanakan pesan-pesan otak.
Batang otak merupakan bagian otak yang berhenti berfungsi paling akhir, sebab matinya otak dan kulit/tutup otak terjadi sebelum matinya batang otak. Jika batang otak mati, matilah manusia dan berakhirlah kehidupannya secara total, meskipun jantungnya masih berdenyut, kedua paru-parunya masih bernapas seperti biasa, dan organ-organ lain masih berfungsi. Terkadang kematian batang otak terjadi sebelum berhentinya jantung, misalnya bila ada pukulan langsung pada otak, atau gegar otak, atau pemotongan batang otak. Dalam keadaan sakit, berhenti dan matinya jantung seseorang terjadi sebelum berhenti dan matinya otak.
Ada beberapa peristiwa yang membingungkan para dokter. Pernah tercatat ada otak yang sudah tak berfungsi, tetapi organ-organ tubuh lainnya masih berfungsi. Telah diberitakan ada seorang wanita Finlandia yang dapat melahirkan seorang bayi, padahal dia telah mengalami koma total selama dua setengah bulan. Wanita tersebut koma karena benturan yang mengakibatkan gegar otak. Tapi anehnya, wanita itu baru meninggal dua hari setelah dia melahirkan bayinya. Dalam keadaan komanya, dia bernapas dengan alat pernapasan, diberi makan lewat tabung, dan diganti darahnya setiap minggu selama 10 minggu. Bayi yang dilahirkannya dalam keadaan sehat dan normal.
Demikian pendapat para dokter. Adapun para fuqaha, mereka tidak memutuskan terjadinya kematian, kecuali setelah adanya keyakinan akan datangnya kematian pada seseorang. Mereka telah menyebut tanda-tanda yang dijadikan bukti-bukti adanya kematian, di antaranya: nafas berhenti, mulut terbuka, mata terbelalak, pelipis cekung, hidung menguncup, pergelangan tangan merenggang, dan kedua telapak kaki lemas sehingga tidak dapat ditekuk ke atas.
Jika muncul keraguan (syak) akan kematian seseorang, misalnya jika jantungnya berhenti berdetak, atau pingsan, atau dalam keadaan koma total karena sesuatu sebab, maka dalam hal ini wajib menunggu untuk memastikan kematiannya. Kepastian kematiannya nampak dari adanya tanda-tanda kematian atau adanya perubahan bau dari orang tersebut.
Adapun hukum syara’ yang lebih kuat (raajih) dan menjadi dugaan kuat kami, ialah bahwa seseorang tidak dihukumi mati kecuali setelah ada keyakinan akan kematiannya, dengan adanya tanda-tanda yang menunjukkan kematian sebagaimana yang disebutkan oleh para fuqaha.
Kami berpendapat demikian karena kehidupan pada manusia adalah sesuatu yang diyakini adanya, dan tidak dihukumi telah hilang kecuali dengan suatu alasan yang yakin pula. Hilangnya kehidupan tidak boleh dihukumi dengan alasan yang meragukan (syak), sebab sesuatu yang yakin tidak dapat dihilangkan keberadaannya dengan alasan yang meragukan. Begitu pula hilangnya kehidupan tidak dapat diputuskan dengan alasan yang meragukan, karena prinsip asal untuk menentukan keberadaan sesuatu adalah tetapnya apa yang ada pada sesuatu yang sudah ada, sampai ada suatu alasan yang membatalkan keberadaannya secara yakin. Perlu diingat pula bahwa kematian adalah kebalikan dari kehidupan, sehingga harus nampak tanda-tanda yang berkebalikan dari tanda-tanda kehidupan, seperti hilangnya akal, kesadaran, dan penginderaan, berhentinya nafas, serta tidak adanya kebutuhan akan makanan.
Assalamualaikum, puasa pun sudah sam lalui dan juga hari raya tanpa seorang bapa ,
entah kenapa lah sam ni tak boleh jadi lelaki sejati dan kuat . Kenapa lah sam ni lemah sangat haish sam tak larat juga nak hadapi semua ni dari dulu sampai sekarang. Tapi sam dah biasa pun dari dulu sam memang sorang2 pun takde siapa nak bimbing sam. Sam kena  belajar semua nya dari pengalaman sendiri .

Apa pun sekarang sam ad ramai kawan2 yang ambil berat tentang sam haish,, Allah swt yang datang kan semua tuh semua nya bergantung pada sikap sam untuk jaga  tali persahabatan kami kadang2 sam malu sebab keluarga kawan2 sam semua nya sempurna tapi tidak sam keluarga ada sahaja masalah kan datang, hurm apa2 pun untuk kawan2 sam ''Jangan kita melupakan-Nya ketika langit cerah bersinar dan jangan kita melupakan-Nya ketika langit mendung tak bercahaya''  sam berpegang dengan kata2 ini bagi menjaga hubungan kita ini insyallah ,

Tak lama lagi spm akan tiba. Lepas sahaja spm sam mahu cari kerja dan sara ibu sam pla mahu harap kan adik beradik langsung tak boleh pakai masyallah beri hidayat pada mereka ya Allah,

Perkara2 lepas asyik terbayang2 di pemikiran sam bagaimana arwah pergi tanpa apa2 bakti yang dapat sam lakukan kan pada arwah masyallah , sam  betul2 kurang kasih sayang atau pun bimbingan dari seorang bapa mungkin ini takdir sam . Pada mula nya sam ingat hidu sam dah hancur kecil je hati nih terfikir kalau2 ibu dah tiada dengan siapa aku nak bergantung ni.
Susah nya hidup di dunia kena hadapi semua ini rindu pada Rasullullah saw dan syurag tempat abadi aku nanti dan tiada lagi kehidupan dunia yang sementara ni,




Wednesday, 23 May 2012

Kekasih saya~

Assalamualaikum..
haa~~ selepas beberapa hari berlalu sam dapat juga menerima hakikat walaupun sebelum ni hari demi hari sam sentiasa mengalir kan titisan air mata apa pun sam cuba rahsia kan dari rakan2 sam sendiri sam ambil iktibar dari apa yang sam lalui rakan2 lain ,pun pernah lalui hal yang sama malah dia lagi muda  masa kejadian itu berlaku agaknya bagaimana lah beliau lalui semua itu sampai ke hari ini .
Apa pun pada waktu tuh tiada siapa yang sam harap kan abg atau pun kakak. Dimana semua urusan sam cuba uruskan sendiri,sebenar nya Sam betul2 terkilan punah hati ini tapi sam tidak mahu menunjukkan yang sam ini lemah ramai kawan2 bagi semangat .
Ayah Sam mungkin tidak sebaik ayah mereka di luar sana tetapi sam masih ingat kata2 hamun yang berupakan nasihat, pukul2 nasihat yang sam rindu sangat masyallah. Sam sayang ayah sam dia adalah kekasih sam. berharap semua pembaca dapat sedekah kan al fatihah pada arwah ayah sam. insyallah. dan selamat membaca~ 



Dirahsiakan Kematian Itu

Kematian ini merupakan salah satu dari perkara yang dirahsiakan oleh Allah SWT kepada hambanya, 



dan alamat atau tanda kematian seperti yang tertera dan tersebar dilaman-laman web memang tidak 


terdapat hadith-hadith yang sahih yang menyokong pendapatnya. Pattern atau corak penomboran 


seperti 100 hari, 40 hari,7 hari,3 hari dan 1hari ini merupakan perkara yang sinonim didalam upacara-


upacara kematian, seperti kenduri arwah didalam alam Nusantara ini. Kemua ini tidak ada nas akan 


kebenarannya. Ternyata sekali bahawa saat kematian itu adalah rahsia Allah SWT kepada 


hambanya

Saturday, 5 May 2012

Aku & Mereka


Bagi sam, Sahabat tu besar maknanya. Memang susah nak cari tapi memang wujud. yang boleh sam panggil sahabat mungkin ada sorang dua. Macam mana dengan yang lain? Sam hanya boleh panggil mereka rakan sekolej ataupun rakan study dan tak lebih dari itu. Ada juga yg kawan makan kawan. Yang ini paling banyak walaupun di Hutan Belantara sendiri. Nak tau ciri-ciri KAWAN MAKAN KAWAN?
Pertama : Mereka ini dikategorikan sebagai tidak jujur. Anda boleh tengok sendiri, apabila anda dalam kesenangan, mereka akan membuntuti anda ke mana saja anda pergi dan mereka juga akan buat apa saja untuk anda asalkan anda turuti kemahuan mereka tidak kira kemahuan apa pun. Sam bagi contoh, duit. Mereka berkawan dengan anda disebabkan duit.
Kedua : Mereka ini pula dikategorikan sebagai DENGKI DGN APA YG anda ADA. Mereka tidak senang dengan apa yang anda miliki. Mereka anggap anda seorang yang lebih superior dari mereka dan mereka akan bermuka muka di depan anda tetapi apabila mereka di belakang anda, mereka akan mengutuk dan mencaci anda di luar pengetahuan anda sendiri. Sam telah hadapi benda ini berkali kali.
Tapi sam tidak bersua muka dengan mereka. Sebaliknya sam doakan mereka diberikan rezeki melimpah ruah supaya mereka bahagia dan berhenti mengata sam. Mereka ini sebenarnya tidak berpuas hati dengan kemewahan kita, kesenangan kita dan kebahagiaan kita. Mereka anggap itu terlalu besar dan mereka tidak boleh terlalu rapat dgn kita dan menghasut kawan yang lain untuk meninggalkan kita. Dan seterusnya- Hasut.
Ketiga : Hasutan. Mereka ini terlalu taksub menghasut orang lain untuk membenci kita walaupun kita tidak berbuat apa-apa.
Keempat : Tikam Belakang kawan baik sendiri. Pergh. NI SAKIT SANGAT. Anda pernah rasa? Sam pernah. Dan kawan sam ni burukkan sam dekat Lecturer saya sendiri. Sampaikan sam dengan kawan yg sama-sama jadi mangsa terpaksa bangkit balik secara perlahan. Apa lagi yang boleh sam buat? KAWAN BAIK SAm SENDIRI.
*sam bersyukur semua kawan2 sam baik2 belaka kita harus buang sifat bersangka buruk kita insyallah makmur*   

Monday, 6 February 2012

Mesra Kita Sahabat

assalamualaikum,,
  
Sam sempat juga lah update blog yang tidak ramai pembaca nya apa pun ada lah sedikit pengalaman yang ingin sam kongsi kan,
Jangan lah kita menjadi kan maulidur rasul ini sebagai satu perayaan yang menjadi kan ia sebagai satu hari yang pada hari itu sahaja kita akan mengikuti sunnah berselawat ke atas baginda rasulullah saw mari lah kita terus kan ia sebagai satu ikutan hingga akhir hayat .



Sam bukan nya ustaz pun mahu berceramah panjang sam suka memeseongkan cerita sam lebih kepada rakan2 sam kerana pada mereka lah sam lebih menghabis kan masa .Abang Budi telah membuat satu pogram dimana dapat di kumpul kan remaja2 agar dapat mengikuti pogram ini jadi aku telah membantu beliau mencari remaja2 hingga sam sendiri dapat mengeratkan silaturahim kami di mana sam dapat bermesra mengenal rakan sam. 

Seronok yang teramat sangat kerana dapat bersama-sama meraka sam berharap dari semua aktiviti kearah perakara yang baik ini rakan2 sam akan dapat hidayah dari perkara ini insyallah.


Dari setiap aktiviti sam bersama rakan sam dapat banyak ilmu insyallah boleh berkongsi di sini 


Dapat lah kita contohi akhlak rasulullah saw yang terpuji insyallah. 


Tidur Dalam Satu Selimut Bersama Isteri

Hadis dipetik daripada Atha' bin Yasar, katanya, "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w dan Aisyah biasa mandi bersama-sama dlaam satu bejana. Ketika beliau sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Baginda kemudian bertanya, "Mengapa engkau bangkit?" Jawabnya, "Kerana saya haid, wahai Rasulullah." Sabda Rasulullah, "Kalau begitu, pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku." Aku pun masuk, lalu berselimut bersama baginda." (Hadis riwayat Sa'id bin Manshur). 

Memakai Wangi-wangian

Aisyah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah apabila meminyakkan badannya, baginda memulakan dari auratnya dan menyapunya dengan nurah (sejenis bubuk pewangi) dan isterinya meminyakkan bahagian lain seluruh tubuhnya." (Hadis riwayat Ibnu Majah).

Mandi Bersama Isteri

Daripada Aisyah, beliau berkata, "Aku biasa mandi bersama dengan Nabi dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana)." (Hadis riwayat 'Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah).

Menyikat Rambut Suami

Daripada Aisyah, beliau berkata, "Saya biasa menyikatkan rambut Rasulullah. Saat itu saya sedang haid." (Hadis riwayat Ahmad).

Meminta Isteri Meminyakkan Badannya

Daripada Aisyah, beliau berkata, "Saya meminyakkan badan Rasulullah pada Aidiladha selepas baginda melakukan jumrah aqabah." (Hadis riwayat Ibnu 'Asakir).

Minum Bergantian Pada Tempat Yang Sama

Daripada Aisyah, beliau berkata, "Saya biasa minum daripada cawan yang sama ketika haid, lalu Nabi mengambil cawan itu dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya. Lalu baginda minum, kemudian saya mengambil cawan, lalu saya menghirup isinya. Kemudian baginda mengambilnya daripada saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya." (Hadis riwayat Abdurrazaq dan Sa'id bin Manshur).

Membelai Isteri

Dalam hadis diceritakan, "Adalah Rasulullah tidaklah setiap hari melainkan baginda mesti mengelilingi kami semua (isterinya) seorang demi seorang. Baginda menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau giliri waktunya, lalu baginda bermalam di tempatnya." (Hadis riwayat Ahmad).

Tidur Di Pangkuan Isteri

Daripada Aisyah, beliau berkata, "Nabi biasa meletakkan kepalanya pada pangkuanku walaupun aku sedang haid, kemudian baginda membaca al-Quran." (Hadis riwayat Abdurrazaq).

Memanggil Dengan Kata-kata Mesra

Rasulullah biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan yang disukainya seperti 'Aisy' dan 'Humaira' (pipi merah delima).
 

Text